Wednesday, 12 June 2013

ANTARA TIGAHERANG, CIJOLANG DAN MASA KECIL


Semua orang pasti mempunyai kenangan tersendiri di masa kecil, bukan begitu kan? Begitupun ane, tak terasa emang umur udah beranjak dewasa karena ane gak pernah merasakan. Kalau bicara masa kecil ane ada suatu tempat yang selalu kuingat dan selalu aku kunjungi saat liburan.
pesawahan di tigaherang


Tigaherang, ya itulah nama daerahnya. Setiap liburan ane selalu kesana, Di tigaherang sendiri ada kakek dan nenek atau paman yang temani. Daerahnya sangat ane suka sekali karena daerahnya begitu natural banyak sawahnya, kicauan burung juga ada, udaranya cukup sejuk.  Hanya satu kekurangannya sepi  tak seperti dikota hehe yah begitulah namanya kalau dikampung.
Kalau lagi ngisi liburan disana ane kalau gak bantu kakek nenek pasti main bersama sanak saudara, nonton tv, pergi ke kebun, makan bareng dan masih banyak lagi. Yang paling teringat oleh ane waktu kakek bercanda lagi makan. Kebetulan waktu ane makan sayur kok rasanya beda banget, waktu ane nayain ke kakek “ini sayur apa kek?” “itu kentang cirebon”jawabnya. “ah masa sih kek ini kan ubi jalar”kataku sambil tersenyum. Kakek berkata lagi sambil tertawa “ disini mah aneh-aneh makanannya ada kentang brazil”. Ane jadi keheranan lagi tapi lama kelamaan ane jadi tau ternyata kentang brazil itu talas, ah ada-ada saja si kakek hehe
Bicara tigaherang, untuk makanan khasnya ane kurang tau karena ane gak menanyakan hehe, hanya ada satu  makanan yang selalu ku ingat, namanya ringining, bahannya dibuat dari parutan singkong lalu di cetak, rasanya lumayan enak juga, amun saya banyak orang yang tak mengenal apa itu ringining.
inilah sungai cijolang

Tigaherang sendiri berbatasan dengan kabupaten kuningan yang terpisahkan oleh satu sungai, cijolang itulah nama sungainya. Sungainya lumayan lebar dan banyak ikannya, ikan yang paling terkenal di cijolang yaitu ikan beunteur dan udang kecil. dulu kalau sedang ditigaherang pasti ane selalu kebagian makan ikan beunteur dan udang kecil. Tapi yang paling ane sukain sih udang kecil.
eretan
Balik lagi cerita tentang cijolang, waktu awal kesana Cuma lihat lihat dari jauhnya aja, waktu kedua kalinya kesana ane bareng paman main ke pasar selajambe yang masuk daerah kuningan, jawa barat. Waktu melintasi  sungainya pasti naik eretan (rakit bambu) itu pun naik eretan Cuma sekali-kalinya dalam seumur hidup hehe. Waktu waktu kebelakang ane sering juga kecijolang kalau lagi liburan menyempatkan diri kesana, apalagi kalau musim kemarau, air sungainya pasti surut. Jadi teringat waktu makan-makan bareng menjelang bulan puasa di sungai cijolang pas bange musim kemarau hehe...
Terakhir kali ane kesana waktu bulan januari 2013, waktu libur kuliah semester satu, banyak terjadi perubahan di cijolang, untuk melintasi sungai cijolang saat itu sudah ada jembatan yang dibangun yang menghubungkan antara kabupaten ciamis dan kabupaten kuningan. Namun pembangunannya belum sepenuhnya selesai, bila sudah selesai  Mungkin suatu saat eretan akan menjadi tinggal nama.
nah ini jembatan cijolang yang sedang dibangun
Semua mungkin bisa berubah, tapi kenangan pasti tetap abadi.... bukan begitu kan?

No comments:

Post a Comment